Sharing di Refresher’s Training Ibu2 Asuh SOS Kinderdorff

Hari ini aku diminta sharing di SOS Kinderdorff, membawakan materi tentang ‘Interaksi Dengan Anak Sebagai Wujud Cinta’. Waktu tau kepada siapa aku diminta sharing aku bingung juga. Apalagi setelah dengar temanya. Tugas berat. Aku tau persis ibu2 asuh di SOS Kinderdorff melakukan apa yang mereka lakukan pastinya karena cinta. Apalagi yang bisa memotivasi mereka mendedikasikan hidupnya untuk menjadi seorang ibu dari anak2 yang bukan anak kandungnya. Anak-anak yang ditinggalkan atau kehilangan orangtuanya sejak bayi atau di usia yang lebih dewasa. Apapun itu, pastinya ada luka di diri mereka dan aku yakin apa yang diberikan oleh SOS Kinderdorff melalui para ibu asuh akan sedikit banyak mengobati luka itu…

Sabtu pagi harinya aku masih bingung mau ngomong apa, apa yang bisa aku sharingkan, karena memang walaupun ada sedikit2 yang aku tahu tentang pendidikan, situasi para ibu dan apa yang aku kerjakan sehari2 sangat berbeda : para ibu sebagai ibu rumah tangga dan Semi Palar adalah sebuah sekolah. Tapi toh kita pasti bicara soal pendidikan, mendewasakan anak2 kita masing2 dengan cara kita masing2. Dan yang aku pikir bisa nyambung adalah proses belajar sebagai sebuah proses penemuan diri. Walaupun proses penemuan diri adalah suatu yang penting / esensial untuk setiap individu, aku pikir justru lebih demikian untuk anak2 asuh Kinderdorff. Mereka harus mampu memahami / memaknai jalan hidup mereka yang hampir pasti bawa pertanyaan atau kesedihan buat mereka. Tapi toh semua peristiwa ada maknanya. Setiap kejadian ada tujuannya. Dan untuk mereka ini jadi sesuatu yang penting dan sangat menentukan untuk perjalanan mereka menjadi dewasa. Tapi dari cerita2 yang aku dapat, banyak kisah hebat dari anak2 asuh Kinderdorff. Apakah jalan hidup mereka lebih sulit, mungkin ga juga, karena pada saat kekosongan diri mereka ada yang mengisi, ada yang melengkapi, kesadaran diri mereka jangan2 bisa lebih mudah mereka temukan.

Seperti yang sempat aku ungkapkan kepada para ibu, bahwa di keluarga2 yang serba berkecukupan bahkan berkelimpahan, banyak anak justru tidak memperoleh hal esensial bagi proses penemuan diri mereka : cinta kasih dan perhatian dari orangtuanya.


Berada di tengah ibu2 asuh ini (yang datang dari banyak daerah, termasuk Bali dan NTT – Flores) aku banyak dapat kesan luar biasa. Di balik kesahajaan beliau2 ini, aku melihat kedalaman pemikiran para ibu ini. Buat aku ini pengalaman luar biasa. Momen pembelajaran yang besar buat aku. Cerita mereka dan pertanyaan2 yang diungkapkan menggambarkan kepedulian yang besar untuk anak2 yang mereka dampingi.

Makasih untuk Hadi, Banteng & Monic yang memberi saya kesempatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s