3 tahun aku bersepeda

Kurang lebih 3 tahun sudah lewat sejak aku tergoda untuk memiliki sepeda, gara2 temanku yang membantu konstruksi bangunan sekolah Semi Palar sering datang ke proyek di atas sepeda dengan tag kuning Bike2Work tergantung dibelakangnya sadelnya. Keren banget. Lalu mulailah oom Bud ini ‘menebarkan racunnya’. Tidak lama dia meminjamkan salah satu sepeda miliknya, dan sayapun mulai menggowes. Dari situpun tidak lama saya tergoda untuk mulai merakit sepeda (kebetulan pada saat itu sedang punya tabungan). Motivasi awalnya adalah sekedar mencari kegiatan olahraga. Tidak berapa lama bersama teman2 kuliah yang juga sedang senang bersepeda kita mulai mencoba2 gowes ke Utara Bandung. Sejak itu aku mulai jatuh cinta sama dunia bersepeda… setelah mengingat bahwa masa kecil dulu aku juga sangat senang main sepeda.

Awalnya sebetulnya aku pikir agak tidak masuk akal ada orang-orang yang bersepeda dari Bandung menuju Lembang. Dengan berkendaraanpun, perjalanan ke Lembang makan waktu panjang dan jarak tempuhnya memang bukan jarak yang dekat, belum soal tanjakannya…

Memang di awal2 bersepeda staminaku sangat payah, ternyata setelah dirutinkan, rasanya terkaget-kaget sendiri saat suatu saat aku dan teman2 tiba2 sudah keluar di satu titik di daerah Lembang, ‘kok bisa juga!’. Makan waktu kurang dari 3 bulan sejak aku mulai bersepeda aku sampai di titik cukup pede saat diajak bersepeda dengan jarak cukup jauh. Sekarang ini, aku sudah terbiasa untuk bepergian dengan bersepeda sejauh memungkinkan. Dan saat berada di atas sepeda, senang rasanya membayangkan bahwa aku tidak menyumbangkan emisi karbon pun tidak mengonsumsi BBM…

Dengan sendirinya, sejalan dengan itu aku juga semakin concern sama isu2 lingkungan, dan sampai pada titik keyakinan bahwa bersepeda itu harus jadi alternatif moda transportasi yang ada di setiap rumah, kalau kita ingin kota kita manusiawi. Aku yakin kita semua pasti ingin merasakan kondisi alam kembali ramah dan nyaman seperti dulu. Untuk sampai ke sana, kita harus memulai. Kita harus memutus lingkaran setan yang sekarang ini terjadi. Karena jalan2 tidak oke buat jalan kaki dan bersepeda, kita semua memakai kendaraan pribadi. Lalu apa yang akan terjadi kalau pola ini kita jalankan terus? Sementara kita tahu persis kita harus melawan kecenderungan kita untuk hanya mengutamakan kenyamanan kita tanpa peduli dampak segala pola hidup kita terhadap lingkungan hidup. Kalau kita lihat di dunia, kota2 yang maju dan nyaman buat warganya adalah kota2 yang memiliki budaya bersepeda (biking culture) di masyarakatnya.

Dari situ aku-pun semakin semangat ‘meracuni’ beberapa teman (siapapun) untuk juga mulai bersepeda. Beberapa berhasil dan masih konsisten bersepeda sampai sekarang. Dalam prosesnya aku juga berkenalan sama teman2 komunitas Bike2Work dan mendapatkan teman2 baru. Komunitas Bike2Work ini rutin berkumpul setiap hari Jum’at sore di Taman Cikapayang – Dago. Sejauh aku amati, anggota2 komunitas ini terus bertambah… sesuatu yang sangat menggembirakan.

Sempat juga beberapa kali dengan beberapa teman ikutan funbike seperti Gowes Anti Panas dan terakhir Green Fun Bike bareng dengan ribuan pesepeda kota Bandung. Berada di tengah2 lautan pesepeda dengan warga kota dari segala lapisan buatku membawa perasaan yang luar biasa. Walaupun kita tidak saling kenal, ada sesuatu yang nyata yang mengikat kita bersama. Ada kepuasaan tersendiri saat kita berpartisipasi dalam gerakan membangun kesadaran untuk sesuatu yang memang baik dan harus kita perjuangkan bersama.

Di rumah, anak2 juga sekarang ini tampaknya sangat menyenangi kegiatan ini. Sejalan dengan itu di Rumah Belajar Semi Palar, gerakan hari bebas kendaraan yang mulai digaungkan saat Hari Bumi 2008, ternyata selain memunculkan gerakan jalan kaki juga memunculkan antusiasme bersepeda dari anak2 di sekolah. Beberapa keluarga yang jarak tempat tinggalnya cukup dekat bahkan beberapa kali tampak mengantar anak2nya bersepeda ke sekolah, walaupun belum menjadi sebuah kerutinan.

Minggu lalu, saat liburan hari raya Nyepi, sebuah ide dadakan muncul mengajak anak2 Semi Palar (dan orangtuanya) bersepeda di Kota Baru Parahyangan, mencicipi bagaimana rasanya kita (dan anak2) bersepeda di atas bikelane (jalur khusus sepeda). Tujuannya hanya having fun, seperti yang memang dirasakan kita semua yang ikut serta, tapi yang lebih penting, mudah2an ini jadi awal buat kita semua, khususnya anak2 mencintai sepeda dan bersepeda. Karena bagaimanapun kita harus beralih ke moda transportasi yang bersih dan ramah lingkungan. Kebetulan sekali momen ini bertepatan dengan rencana pemkot Bandung untuk membangun bikelane di beberapa ruas jalan di kota Bandung. Mudah-mudahan semua ini mendorong perubahan menuju apa yang kita harapkan bersama, kualitas hidup yang lebih baik, alam yang lebih lestari, kota yang manusiawi… Dan aku merasa senang bisa menjadi bagian dari prosesnya…

one more bike on the road, one less car off the road

2 thoughts on “3 tahun aku bersepeda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s