Apakah ada yang peduli

Pertanyaan ini sering muncul di kepala… di tengah begitu seringnya akhir-akhir ini kita mendengar orang-orang berbicara tentang pelestarian lingkungan hidup, Global Warming, Go Green, Save the Planet dan lain sebagainya… Tapi kenyataannya kalau kita melihat ke sekeliling apakah sudah ada yang betul-betul peduli? Apakah statement-statement yang banyak berdengung di sekitar kita hanya sekedar mengikuti trend belaka, jangan2 inipun hanya sekedar eforia belaka?

Di rumah, saya, istri dan kedua anak saya sudah cukup lama mencoba ‘menghijaukan’ perilaku kita sehari-hari, mulai dari :

  • mengurangi penggunaan kresek, belanja dengan tas kain.
  • membawa botol minum sendiri setiap saat bepergian.
  • membebas-tugaskan ‘water heater’ di rumah; otomatis dengan mandi air dingin, kita mandi lebih cepat, tidak berlama-lama dan kita menghemat air dan menghemat listrik…
  • memilah sampah, mencari spot-spot di mana kita bisa mendaur-ulang sampah-sampah kita…
  • merubah pola belanja kita, kita beli barang2 yang dikemas kecil2, untuk mereduksi jumlah sampah kita…
  • memakai kertas bolak-balik…
  • mengurangi berkendaraan, jarak dekat kita jalan kaki atau bersepeda saat saya bepergian sendiri…
  • bawa sumpit sendiri ke mana-mana…
  • mengganti bohlam dengan lampu hemat energi…
  • banyak lagi…

Lalu, di mana masalahnya? Balik ke pertanyaan di atas tadi… Seberapa jauh orang-orang lain juga melakukannya. Saat kita pergi berbelanja, saya selalu menyempatkan diri tengak-tengok kiri-kanan apakah ada orang lain yang juga bawa tas belanja sendiri? Sejauh ini kok tidak pernah ada yang terlihat?

Saat pergi bersepeda, sambil boseh saya selalu cari2 teman pesepeda, ternyata belum banyak juga yang melakukannya.

Tahun lalu waktu Earth Hour kita mematikan semua lampu di rumah, saat saya dan anak-anak keluar mematikan saklar utama, ternyata tetangga-tetangga kok cuek aja? Tidak ada satupun keluarga di sekitar rumah kita yang melakukan hal serupa… Anak2 jadi bertanya, kok yang laen ga ada yang matiin lampu?

Saat kita merasa hanya sendiri melakukannya, seakan-akan kita jadi seperti orang yang kurang waras…

Sejauh ini saya terus mengikuti isu-isu lingkungan hidup, dan jadi paham seberapa jauh kerusakan lingkungan sudah terjadi dan akan semakin memburuk, saya seakan tidak melihat orang-orang lain juga menjadi tau dan semakin paham dan juga melakukan sesuatu…

Sejauh bergaul dengan teman2 yang bergerak di berbagai komunitas membangun kesadaran tentang lingkungan hidup, sejauh mana kita berhasil, sampai di titik ini. Ini masih jadi pertanyaan besar buat saya…

Saya sadar betul, kita semua (yang sudah lebih dahulu paham) tidak boleh berhenti. Berbuat sesuatu untuk lingkungan hidup memang membuat kita jadi jauh lebih repot…
Jalan kaki, naek sepeda, bawa kresek, milah sampah, hemat air, matiin lampu… semua ini jauh bikin kita lebih repot… tapi ini memang hal yang harus kita lakukan kalau kita ingin planet kita lestari. Ini harga yang sebelumnya tidak pernah kita bayarkan, dan kita bebankan ke planet bumi kita… Kemanjaan kita, kenyamanan kita, ketidak-pedulian kita selama ini, justru merupakan hal utama yang menjadikan planet kita sedemikian rusak hari ini. Hal ini datang dari kita semua, masing-masing diri kita, individu demi individu.

Di sisi lain kita juga melihat bagaimana kapitalisme, industri-industri besar di tangan para pemilik modal merasa memiliki segala sesuatu yang ada di atas, permukaan dan di dalam muka bumi kita. Mereka mengeksploitasi semuanya dengan keserakahan luar biasa untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya untuk segelintir orang atau kelompok… Dan umat manusia sisanya, anak cucu kita ditinggali kerusakan alam, ditinggali ampas-ampas kerakusan mereka… Kalau ditelaah lebih lanjut, eksistensi mereka juga bergantung pada kita semua individu… Saat kita semua memang menjadi sedemikian konsumtif, mereka tidak akan berhenti… Saat kita semua lebih bijak membeli betul-betul hanya apa yang kita butuhkan, suatu saat mereka akan berhenti juga. Dan hal ini akan baik akibatnya buat planet tempat tinggal kita ini…

Tapi kembali lagi, kita tidak boleh berhenti… Saya yakin ada teman2 di luar sana yang juga masih bertanya-tanya hal serupa… Kalaupun apa yang kita lakukan walaupun sedikit membawa dampaknya, kalaupun yang peduli bertambah sedikit demi sedikit, toh perubahan itu ada…

Kita hanya perlu terus berdoa, semoga bumi kita bertahan, dan kita semua tidak terlambat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s