[medium.com] masuk ruang penulisan baru

  Kurang lebih dua tahun yang lalu, kurang lebih saat berpikir pindah ke wordpress, saya sempat menemukan medium.com. Satu platform penulisan yang baru saat itu. Sudah sempat buka account – tapi setelah beberapa waktu mengikuti, saya merasa Medium bukan platform yang cocok untuk saya. Tidak lama saya menghapus aplikasi Medium dari gawai saya dan melanjutkan…

catatan Paskah 2017: antara keagamaan dan keIndonesiaan

View this post on Instagram Senthir lengo potro Mangan tahu tanpo sego Ampun kuatir Gusti sedho Dinten Minggu wungu mulyo. Numpak sepur sangu jadhah Ngaturaken sugeng riyadi Paskah Berkah Dalem Gusti Selamat memaknai dan mengkhidmati #paskah buat saudara2 yang merayakannya. Salam damai salam bahagia buat kita semua. ūüôŹūüėä A post shared by Andy Sutioso (@andysutioso)…

antara berkeyakinan dan keberserahan

Ini adalah salah satu pertanyaan saya yang terbesar terkait usaha memaknai hidup dan kehidupan – sehubungan perjalanan hidup yang rasanya sudah cukup panjang… Antara berkeyakinan dan ke-berserah-an… Ada dua konsep yang diyakini tapi kok juga dirasa sangat bertentangan. Sederhananya begini, ada yang bilang hidup itu sudah digariskan – tinggal menjalani saja, bahwa Iman,¬†kepasrahan, keberserahan adalah¬†sesuatu…

memahami kembali literasi

nyaho can tangtu ngarti, ngarti can tangtu bisa, bisa can tangtu tuman, tuman can tangtu ngajadi ~ aki Mudihin* Bener banget apa yang diungkap Aki Muhidin di atas ini. Dulu merasa sudah tahu tentang literasi, ternyata belum paham… karena belum paham ya belum tentu juga bisa… Boro-boro tuman atawa ngajadi… Menelusuri sesuatu memang perlu waktu panjang…

Gendong gendongan

‘gendong-gendongan’ pulau Kakaban, awal¬†Juli 2016 Penghuni pesisir yang sederhana ini adalah satu dari sekian banyak hal menakjubkan yang saya lihat saat berkunjung ke tempat ini. Dua ekor kumang (kelomang) yang bercengkrama di atas pantai pasir yang masih (relatif) bersih…¬†Alam Derawan memang menyajikan suasana kontemplatif, di mana¬†kita bisa menyaksikan dengan hati dan melebur ke dalam suasana…

[trash] collectivism

TC, wah benda apa itu? Hmm, Trash Collectivism hanya istilah rekaan saya belaka. Supaya keren, begitu… supaya ‘catchy‘ dan mudah diingat orang. Lalu apa sebenarnya TC itu? Terjemahan bebasnya adalah mengumpulkan sampah. ‘TC’ adalah salah satu hal sederhana yang bisa kita lakukan di rumah kita masing-masing untuk mulai mengolah sampah. Pertanyaan berikutnya yang mungkin muncul…

ibarat membangun Tembok Besar Cina

“Siapa yang tahu, berapa waktu yang dibutuhkan untuk membangun – menyelesaikan Tembok Besar Cina?”, pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Anies Baswedan, dalam sebuah forum di bulan Juli lalu di Gedung Indonesia Menggugat. Hadirin mulai melontarkan jawaban “30 tahun!”, “100 tahun!”… Jawaban yang betul, ternyata adalah 300 tahun. Luar biasa! Kalau kita perhitungkan satu generasi adalah 30…

merubah sikap (bahasa) terhadap sampah

Kebetulan sebelum lebaran saya sempat ngobrol dengan Kang Aat Soeratin, salah satu budayawan senior Bandung. Kami sempat berbincang banyak tentang lingkungan hidup. Dan beliau menyampaikan kurang lebih begini. Soal sampah ini kan soal budaya, soal perilaku. Dan kita perlu merubah cara kita berpikir dan memandang sampah. Ayo kita coba dengan cara sederhana : merubah kata-kata…