Aku dan membaca

pengantar : 
Posting ini saya ambil dari tulisan yang saya sharingkan setelah kesepakatan bersama para kakak di Smipa untuk saling membagikan pengalaman membaca setelah kami mendiskusikan bersama betapa pentingnya membaca dalam proses pembelajaran – sebagai sebuah materi di hari Rabu Belajar – Rumah Belajar Semi Palar. Sejalan dengan ini, di sekolah Semi Palar kami mencoba sebuah gerakan bersama membudayakan membaca yang diberi judul kegiatan Jaba Waskita.
 

Sekolah itu Candu | #resensibuku | #kakAndy

Sekolah itu Candu adalah buku pertama tentang pendidikan yang saya baca di sekitar tahun 1999-2000an. Buku ini saya dapatkan dari Toko Buku Kecil – yang dirintis teman saya Tarlen – yang bertempat di salah satu ruangan di komunitas Trimatra Center. Saya mengambil contoh buku ini karena buku inilah yang menurut saya sangat transformatif – mengubah – bukan sekedar cara berpikir saya – tapi juga jalan hidup saya sampai hari ini. Bisa dibilang Semi Palar ada hari ini karena buku inilah yang saya ambil dari rak buku Tobucil dan saya pilih untuk saya jadikan bacaan saya saat itu.

Mengenai isinya, seperti apa yang tertulis sebagai judul, buku ini memang sangat kritis dan (mestinya) memprovokasi pola berpikir pembacanya. Paling tidak buku ini telah memprovokasi pemikiran saya dan dalam proses selanjutnya telah mendorong berdirinya sebuah sekolah yang bernama Semi Palar.

Banyak buku yang merubah cara saya berpikir dan memandang banyak hal. Itulah sebabnya saya menjadi suka membaca buku. Sewaktu saya sekolah dulu, buku sifatnya rekreatif – karena buku membawa imajinasi saya berpetualang ke mana-mana. Buku-buku karya Karl May dengan tokoh legendarisnya Winnetou dan Old Shaterhand adalah buku-buku yang sangat membawa kesan bagi saya.
Mengenai pembelajaran, saya suka bukunya Andrias Harefa, Menjadi Manusia Pembelajar. Di sisi spiritualitas, pertama saya baca bukunya James Redfield yang berjudul The Celestine Prophecy. Satu hal dari buku ini yang sekarang saya jadikan ‘mantra’ saya adalah :’Everything happens for a reason’ atau ‘tidak ada peristiwa yang sifatnya kebetulan’, semua punya maksud, semua punya makna…
Setelah itu saya juga sangat terinspirasi buku2 Eckhart Tolle yang berjudul ‘The Power of Now’, kemudian seperti juga kak Taufan, novelnya Paulo Coelho ‘The Alchemist’ sangat berkesan bagi saya. Satu lagi juga buku yang buat saya ‘powerful’ adalah ‘Conversation With God’ karangan Neale Donald Walsch.

Demikian sharing saya untuk teman2 semua tentang membaca bagi diri saya. Semoga bermanfaat. O iya, kalau ada buku2 yang ingin dipinjam – dengan senang hati. Salam.

Kalau ingin tahu lebih jauh, judul2 buku lain yang saya baca saya simpan link-nya di sini:
Springpad dan Goodreads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s