tajuk-tajuk media yang Menyesatkan

Ada yang menyentak saya saat melihat sampul sebuah majalah yang kebetulan tergeletak di atas meja – di kediaman orangtua saya. Ada yang salah – setidaknya menurut pandangan saya. Tajuk majalah tersebut bilang :

Serahkahlah di Saat Krisis.

Coba perhatikan juga tagline di atasnya, Smart and Inspiring. Hmm, bukankah ga nyambung ya? Buat saya judul di atas sama sekali tidak smart, setidaknya sama sekali tidak mendidik dan tidak semestinya jadi inspirasi. Omong-omong, majalah ini adalah salah satu majalah bagus yang kerap jadi pilihan bacaan saya dulu sejak jaman SMA dan Mahasiswa. Sekarang, sudah bergeser rupanya.
Majalah sebagai bagian dari media massa, sudah sepatutnya punya visi pendidikan, mengedukasi massa. Sebetulnya hal tersebut sudah dituliskan sebagai tagline majalah tersebut. Tapi rupanya — mudah-mudahan hanya di edisi di atas ini, hal tersebut luput dari perhatian tim redaksinya. Agak menyedihkan kalau media massa bergeser karena memang sekedar cari sensasi dengan judul2 yang menghebohkan – karena alasan pasar belaka. Tapi kalau dilihat lagi sebagai bagian dari komponen masyarakat industri – hal tersebut rupanya tidak terhindarkan. Idealisme harus mengalah terhadap kepentingan kapital dan alasan-alasan komersialisme.

Menimbang Keserakahan 

Kenapa keserakahan perlu jadi perhatian, karena sejak kecil saya dididik bahwa keserakahan adalah sesuatu yang buruk – jadinya perlu dihindari. Oleh orangtua saya saya diajari berbagi – apalagi saat memang apa yang kita punya memang terbatas. Jadi judul di atas tersebut bagi saya betul-betul salahtotally wrong. Bagaimana mungkin di saat krisis, sebuah media massa mengajari pembacanya untuk menjadi serakah. Parah…

Saya jadi teringat kata-kata bijak yang diungkapkan salah satu tokoh favorit saya Mahatma Gandhi. Saya sepakat sepenuhnya.

quote-the-earth-provides-enough-to-satisfy-every-man-s-need-but-not-for-every-man-s-greed-mahatma-gandhi-231145.jpg

Kerusakan bumi semakin parah – dan hanya sedikit dari umat manusia yang sadar dan melakukan sesuatu untuk mengatasi situasi ini. Kenapa demikian, salah satunya karena media massa juga tidak menjalankan fungsinya. Pertanyaan lanjutnya kenapa demikian ya tentunya kita paham juga media massa adalah bagian sentral dari sistem industrial – sistem kapitalis yang tujuannya hanya satu, mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari konsumen yang sengaja dihilangkan kesadarannya…

Saya bagaimana? Saya sendiri tidak tahu. Saat ini saya hanya mampu menuliskan baris-baris opini saya, karena ada bagian diri saya yang terganggu… Mudah2an ada dampaknya juga bagi sedikit orang yang menyempatkan membaca tulisan ini…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s