antara berkeyakinan dan keberserahan

Ini adalah salah satu pertanyaan saya yang terbesar terkait usaha memaknai hidup dan kehidupan – sehubungan perjalanan hidup yang rasanya sudah cukup panjang… Antara berkeyakinan dan ke-berserah-an…

Ada dua konsep yang diyakini tapi kok juga dirasa sangat bertentangan. Sederhananya begini, ada yang bilang hidup itu sudah digariskan – tinggal menjalani saja, bahwa Iman, kepasrahan, keberserahan adalah sesuatu yang penting – terkait proses perjalanan hidup. Karena di situlah manusia meletakkan Iman kepada Sang Penciptanya – bahwa Tuhan sudah punya rencana untuk hidup kita. Karenanya Dia menempatkan kita dalam sebuah konteks kehidupan, siapa kita, di mana keluarga kita dilahirkan, di lingkungan seperti apa kita dilahirkan… Juga bakat, sifat, minat kita yang satu demi satu individu berbeda-beda.

Di sisi lain, manusia terus berhadapan (dihadapkan) dengan pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan besar dalam hidupnya. Ikhtiar, kerja keras dan upaya juga saya yakini sebagai hal-hal yang mutlak dijalani. Pasrah atau keberserahan sama sekali tidak boleh dimaknai bahwa kita bisa berhenti bekerja dan berupaya. Karenanya ada ungkapan Ora et Labora – berdoa dan bekerja… Keduanya harus berjalan berdampingan. Hal ini tentunya, sedikit banyak bertentangan dengan gagasan di atas.

puzzle-pieces2.jpgSejauh ini saya yakin juga bahwa memahami hidup, memaknai tujuan hidup, adalah satu hal terpenting yang harus ditemukan manusia dalam proses kehidupannya. Saya suka menganalogikannya dengan manusia sebagai sebuah kepingan kecil di tengah jembarnya puzzle kehidupan di alam semesta ini. Kita harus pertama-tama mengenali apa dan siapa diri kita (gambar apa yang saya bawa dalam kepingan saya) lalu menemukan tempat di mana kepingan saya terletak – untuk menjalankan peran kehidupan saya. Menemukan posisi – di mana kita sebagai kepingan kecil puzzle semestinya menempatkan diri adalah ibarat kita mampu memahami peran – di mana saya semestinya terkoneksi dengan manusia (keluarga dan masyarakat), juga dalam konteks ruang tempat dan waktu…

puzzle 2.jpg

Di suatu titik saya memang sempat sangat tertarik pada konsep the power of the mind. Saya membaca beberapa tulisan terkait dengan hal itu sampai suatu saat menjumpai filem The Secret. Filem ini menekankan bagaimana pikiran manusia punya kekuatan luar biasa. Konon kabarnya manusia umumnya hanya memanfaatkan 5% kapasitas otaknya. Saat kita menyadari hal tersebut dan belajar mengoptimalkan potensi pikiran kita, kekuatan kita bisa sangat luar biasa – dalam menentukan jalan hidup kita.

Di sisi lain dari beberapa judul buku yang sempat saya baca juga banyak ditulis tentang living in the moment. Yang pada intinya adalah untuk melepaskan diri dari keterikatan (attachments) pada hal-hal di masa depan – termasuk ketakutan atau keinginan-keinginan kita. Dalam bukunya The Power of Now, Eckhart Tolle  menulis bahwa ketakutan-ketakutan – termasuk juga munculnya keinginan-keinginan kita muncul karena kerja pikiran. Meister Eckhart menyebutnya sebagai Ego. Dan kita harus terus berusaha agar Ego kita supaya tidak mendominasi diri kita. Kesadaran kita tentang Ego adalah bagaimana kita membedakan antara kerja nurani (Self) dengan kerja pikiran (self). Nurani, consciousness, qalbu, kita yakini adalah bagian kedirian kita yang terkoneksi dengan dimensi ke-Ilahi-an.

Jadi ajakannya adalah untuk hidup di dalam kesadaran, di dalam waktu, di saat ini. Persis seperti kata Master Oogway (di filem Kungfu Panda) di bawah ini:

po-maybe-i-should-just-quit-and-go-back-to-making-noodles-lkemgn-quote.jpg

Di sinilah hal-hal di atas mulai jadi njelimet. Katanya pikiran adalah kekuatan besar – tapi di sisi lain kekuatan adalah kelemahan besar dalam kedirian manusia. Bagaimanapun kedua hal di atas tadi bertentangan – paradoxical. Yang pertama bicara bahwa kita harus menyimpan pikiran kita, bayangan-bayangan kita di masa depan. Yang satu lagi bicara bahwa kita perlu fokus di saat ini…

Tapi buat saya keduanya punya kebenarannya masing-masing. Akibatnya ada sebentuk kebingungan tentang bagaimana keduanya terkoneksi dan untuk beberapa waktu saya terus berusaha memahami dan mencari tahu tentang hal ini. Waktu berjalan dan saya melihat jawabannya sepertinya ada di tulisan di bawah ini. Hold the vision, trust the process. Kita memang perlu meyakini pilihan-pilihan kita – berdasarkan pemahaman kita terhadap hal-hal yang terjadi dalam hidup kita. Tidak ada peristiwa kebetulan. Segala sesuatu yang terjadi tentunya punya makna dan menemukan maknanya menjadi sangat penting. Semestinya dari situ akan ada keyakinan-keyakinan tertentu, apa yang menjadi visi, apa yang menjadi harapan – apa yang semestinya kita jalankan dalam hidup kita. Hold the vision. Hal ini nyambung dengan konsep di atas mengenai kekuatan pikiran.

Sikap mental yang berbeda perlu kita pegang saat kita menjalaninya. Trust the process. Di sini kita perlu berpijak pada keberserahan kita. Bahwa saat meyakini tujuan kita, kekuatan Sang Kuasa yang akan menuntun kita ke sana. Peristiwa yang akan terjadi akan penuh dinamika, jalan yang kita harus tempuh belum tentu tidak berbatu. Bahkan mungkin ada arah yang kita rasakan menjauh dari tujuan kita. Tapi proses ini yang harus kita jalani dengan ketekunan dan keyakinan teguh. Titik demi titik perjalanan harus kita hayati, proses harus kita amini – living in the moment.

wp-1476358987584.jpg

Di suatu titik juga saya sempat melihat sekilas tulisan yang muncul di aplikasi Flipboard di hape saya. Intinya yang sempat saya baca begini, “Kita harus punya gambaran cita-cita – impian kita dengan jelas – dengan detail. Apa yang saya harapkan terjadi, bagaimana segala sesuatunya. Kemudian, lepaskan ke alam semesta. Dan biarkan alam semesta menyiapkan prosesnya. Hmm…

Mudah2an apa yang saya pahami tentang hal ini – di saat ini benar adanya. Namaste _/\_

 

 


Catatan kaki:
Tulisan ini entah sudah berapa lama saya mulai – tersimpan dalam draft. Dan tidak bisa kunjung saya selesaikan sampai hari ini. Rupanya sebelumnya, kepingan pemahaman saya belum cukup lengkap. Hari ini saya terbitkan, semoga bermanfaat buat yang berkenan membacanya.
Filem Kungfu Panda adalah filem yang luar biasa. Selain menghibur, juga sangat spiritual dan filosofis. Gambar di atas saya pinjam dari blog berikut ini yang mengompilasi quotes2 dari filem tersebut. Mararangga. https://reelisticviews.com/2016/07/05/best-kung-fu-panda-quotes/