menghadapi titik-titik terendah kita

Tentunya ada waktu-waktu saat kita merasa di titik terendah… kita kehilangan semangat, kehilangan arah, kehilangan harapan… atau sekedar merasa letih, merasa jenuh. Kita yang pernah melakukan sebentuk perjalanan panjang, misalnya mendaki gunung, bersepeda jarak jauh, long march atau semacam itu, pasti mengalami bahwa di dalam perjalanan tersebut ada titik-titik yang paling melelahkan, menjemukan, menyakitkan… titik…

pendar dua lilin

pukul 20.30 kutersadar… atas suara kukuk jam dinding di rumahku. bergegas ku berdiri sambil berujar pendek “Switch off!” mengingatkan… kusiapkan dua batang lilin kemudian kunyalakan keduanya. lalu beranjaklah aku mematikan saklar utama PLN di dinding luar rumahku. duduklah aku dan kedua anakku dalam gelap ditemani pendar cahaya dua lilin kecil… hanya dua lilin kecil… kami…

menantikan ‘The Jigsaw of the Universe", sebuah catatan perjumpaan

Sudah lama saya gak mboseh… sejak sebulan yang lalu punya kesempatan (dan motivasi tambahan) lagi untuk membebaskan sepeda kesayangan dan mengeluarkannya dari tempat parkirnya yang berdebu. Sejak sebulan lalu, saya berkesempatan mengajak anak saya bersepeda di jalanan kota Bandung untuk sebuah aktivitas komunitas rutin di Taman Balai Kota. Bagi saya ini adalah kesempatan juga untuk…

menjadi pahlawan… [refleksi hari pahlawan]

Dalam perjalanan saya lebih dari sepuluh tahun terakhir, di bidang pendidikan, saya memang banyak berjumpa dengan berbagai sosok guru… Yang berjuang bersama – di sekolah kecil yang disebut Rumah Belajar Semi Palar maupun juga para pendidik yang saya temui di luar Semi Palar. Dulu di bangku sekolah, guru sempat mengajari kita semua sebuah lagu berjudul…

Aku dan membaca

pengantar : Posting ini saya ambil dari tulisan yang saya sharingkan setelah kesepakatan bersama para kakak di Smipa untuk saling membagikan pengalaman membaca setelah kami mendiskusikan bersama betapa pentingnya membaca dalam proses pembelajaran – sebagai sebuah materi di hari Rabu Belajar – Rumah Belajar Semi Palar. Sejalan dengan ini, di sekolah Semi Palar kami mencoba sebuah…

What is Progress? (refleksi pendek mengenai kemajuan)

Coba amati rangkaian gambar di bawah ini, bingkai gambar demi bingkai gambar. Amati, bukan sekedar melihat sekilas. klik untuk gambar lebih besar Kita pasti menemukan benda-benda yang bertambah (muncul) dari gambar ke gambar, dan sebaliknya – yang lebih penting, apa yang hilang. Mudah-mudahan anda menemukannya. Bayangkan proses yang terjadi di dalam setiap langkah perubahan tersebut.…

Belajar Mengenal, Mengalami dan Menghayati Kebudayaan, Tinjauan Kritis terhadap Pelajaran Bahasa Sunda

Belajar mengenal, mengalami dan menghayati kebudayaan… Sudah lama wacana seputar ini berputar-putar di benak saya. Di berbagai kesempatan yang hadir, di dalam forum-forum dan bincang-bincang dengan berbagai kenalan, saya selalu mencoba menemukan sebetulnya apa dan bagaimana ihwal kebudayaan ini semestinya dihantarkan ke anak-anak kita di sekolah. Di kalangan birokrasi pendidikan, ini dikenal sebagai Mu-Lok (Muatan…

Menjadi Terang di dalam Kegelapan…

Kadang saya berpikir bahwa anak-anak Indonesia yang tidak bisa bersekolah formal ‘lebih beruntung’ dari pada mereka yang berada di dalam sistem pendidikan – dengan catatan mereka punya pendamping-pendamping yang memang punya hati (cinta tak bersyarat – seperti diungkapkan di Tayangan Kick Andy). Posting ini saya tuliskan seusai menonton tayangan liputan kawan-kawan dari Rumah Belajar SAHAJA…

Refleksi Bincang Edukasi #5 di Bandung

Pagi – siang tadi, saya hadir di Bincang Edukasi di Bandung. Bertempat di Boemi Nini, sebuah tempat yang walaupun kecil suasananya nyaman dan ngendonesia sekali. Pengunjung kabarnya ada seratusan lebih, di luar perkiraan panitia yang menduga akan dihadiri sekitar 70-an pengunjung. Pengunjung duduk lesehan, sebagian di atas tikar di lapangan rumput. Asik. Di hari ini ada…