lapisan-lapisan pengalaman

  Katanya pengalaman adalah guru yang terbaik. Betul – selama sang murid juga hadir dan membuka diri untuk belajar. Dari apa yang dialami sendiri maupun mengamati orang-lain dalam banyak situasi, pengalaman sepertinya tidak selalu membawa perubahan dalam diri kita. Sepertinya ada banyak cara bagaimana sebuah pengalaman / kejadian bisa menyentuh diri kita di lapisan yang terdalam dan…

kata-kata dan enerji

Mohon ijin untuk mulai dengan sebuah kutipan lagi. Baris-baris terakhir dari kutipan di atas ini bilang Words are energy; use them wisely. Kalimat pertama: kata-kata adalah energi semakin saya yakini benar adanya. Setidaknya dari pengalaman berproses di Semi Palar sejak tahun 2004, kalimat di atas terasa betul sebagaimana kata-kata yang banyak kita sebut dalam berwacana, dalam…

semakin gaduh kehidupan, semakin kita butuh keheningan…

  “Waduh, baru saja tahun baruan, sekarang sudah mau habis bulan Januari!”, beberapa kali saya dengar kata-kata di atas dari berbagai percakapan. Hidup seakan berjalan begitu cepat, kita merasa tergopoh-gopoh menjalaninya. Kita merasa begitu banyak hal yang harus dilakukan atau ingin dilakukan, tapi waktu seakan tidak memberi kesempatan. Seakan segala sesuatu sudah modern, kita semakin banyak punya kemudahan:…

Titik Balik Peradaban: sebuah catatan

Salah satu buku yang mengubah pemahaman saya secara mendasar mengenai banyak hal adalah buku karya Fritjof Capra* yang berjudul The Turning Point : Science, Society and the Rising Culture. Terjemahan Bahasa Indonesianya berjudul Titik Balik Peradaban. Capra menuliskan bagaimana seorang ilmuwan Newton dan seorang filsuf Descartes, 300 tahun yang lalu menuliskan pemikiran-pemikirannya dan sekarang menjadi dasar pola…

bicara agama, kembali ke dasar…

  Ada isu besar di republik ini beberapa waktu terakhir – bermulai dari isu agama. Hal ini sangat menjadi pemikiran saya karena berbagai fenomena menarik yang bermunculan di banyak forum obrolan (virtual) maupun di ruang interaksi sosial di masyarakat. Yang jadi sering muncul – setidaknya bagi saya adalah kalimat “sudah lah ga usah menyinggung isu agama, soalnya sensitif”.…

melihat ke belakang realita

Ini cerita dari pengalaman yang sebetulnya sudah cukup lama lewat, tapi buat saya cukup berkesan. Pengalaman di sebuah hari Sabtu di akhir bulan September 2016, saya hadir memenuhi undangan teman2 KPB kelas 10 untuk ikut mengalami ujicoba-simulasi EkoWisata Kampung Sekepicung. Kegiatan ini adalah olahan teman-teman KPB kelas 10 di tahun ini setelah teman2 tahun sebelumnya memfokuskan diri…

antara berkeyakinan dan keberserahan

Ini adalah salah satu pertanyaan saya yang terbesar terkait usaha memaknai hidup dan kehidupan – sehubungan perjalanan hidup yang rasanya sudah cukup panjang… Antara berkeyakinan dan ke-berserah-an… Ada dua konsep yang diyakini tapi kok juga dirasa sangat bertentangan. Sederhananya begini, ada yang bilang hidup itu sudah digariskan – tinggal menjalani saja, bahwa Iman, kepasrahan, keberserahan adalah sesuatu…

spiritualitas ‘jengkol’

  Selepas kegiatan Slametan Cinta Bumiku, Cinta Negeriku di Cibodas, 17 Agustus lalu, ada dinamika relasi antar orangtua yang baru. Entah bagaimana menjelaskannya, yang jelas sangat menyenangkan, cair, lebur… ada kedekatan baru yang muncul. Dari mana asalnya juga tidak mudah menemukan penyebabnya. Yang jelas kami semua di Semi Palar perlu perjalanan panjang, 11 tahun untuk sampai…

pedagang lumpia basah – paradigma kemajuan

  Kisah di bawah ini adalah kisah (contoh sederhana) tentang apa yang  kita sebut kemajuan atau progress. Sesuatu yang terus kita tuju, karena sepertinya itulah kisah sukses peradaban manusia. Semua harus berujung pada yang disebut kemajuan, perkembangan… Kisah ini dimulai dari pedagang Lumpia Basah yang sering berjualan di depan rumah kami. Rasanya enak, apalagi sore…